Sego Gegok Khas Pegunungan Yang Pedasnya Nampol

Paraplou.com – Kalian pasti pernah merasakan bingung mau sarapan apa setiap pagianya. Ada satu kuliner yang wajib banget buat kalian coba yakni Sego Gegok. Makanan tersebut menjadi salah satu ciri khas Kecamatan Bendungan, Trenggalek, yang memiliki sebuah sensai berbeda dengan makanan yang lainnya.

Awalnya, satu makanan ini dikenal dengan makanan yang sering dibawa untuk menjadi bekal orang pegunungan ketika hendak bekerja dikebun ataupun disawah. Namun, sekarang sego gegok ini bisa dinikmati kapanpun saja. Suatu olahan nasi yang dicampur dengan sambal teri ataupun sambal tuna banyak dijual di kawasan pegunungan sisi utara Trenggalek.

Untuk harga satu sego gegok terbilang begitu murah. Hanya dengan merogoh kantung senilai tiga ribu saja sudah mendapatkan satu bungkus sego gegok. Salah satu penjual sego gegok yang bernama Indri menuturkan bagaimana proses pembuatan makanan khas ini berbeda dengan masakan lainnya. Nasi setengah matang yang telah ditanak sebelumnya dibungkus menggunakan daun pisang bersama dengan sambal teri maupun sambal tuna.

“Kemudian dikukus hingga matang, sehingga rasa sambalnya itu bisa menyatu dengan nasinya. Kalau dulu itu hanya sambal teri, tapi sekarang sudah ada variasinya pakai sambal tuna,” katanya, Kamis (1/2/2018).

Sego Gegok dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan menjadi salah satu buruan saat berkunjung ke Kecamatan Bendungan dan sekitarya.

“Dulu itu awalnya yang jual di Desa Srabah, tapi sekarang sudah banyak yang jual, di sekitar Ngares menuju Bendungan ini saja sudah ada empat rumah makan yang jual Gegok,” imbuhnya.

Salah satu warga juga mengatakan makanan khas pegunungan satu ini sangat cocok untuk para penggila citra pedas karena sambalnya benar-benar memanjakkan lidah dengan pedasnya.

Sego Gegok akan terasa lebih nikmat apabila dinikmati dengan lauk tempe maupun tahu goreng dengan minuman teh hangat. Terlebih bila dinikmati di kawasan pegunungan maupun persawahan.

“Untuk satu porsinya itu tidak begitu besar, kalau mereka yang suka pedas biasanya bisa nambah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pada zaman dahulu Sego Gegog ini bukanlah masakah spesial yang banyak dijual di warung maupun rumah makan. Sego Gegok adalah bekal yang biasa dibawa oleh warga pegunungan untuk berkebun maupun mengolah lahan di kawasan hutan.

“Karena dibawa juga praktis, tidak perlu bawa rantang dan lain sebaginya. Tapi sekarang sudah terkenal, terlebih ketika Ibu Arumi ikut mempromosikan makanan ini, jadi tambah terkenal,” katanya.

Leave a Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *