Pulau Nasi Aceh

Paraplou.com – Sempat aneh dengan namanya yakni Pulau Nasi. Mendengar namanya, anda pasti membayangkan pulau yang kaya akan makanan. Ini bukan pulau yang banyak nasinya loh. Pulau Nasi adalah pulau yang berada di ujung barat pulau Sumatera yang mengapit gugusan Pulau Aceh.

Pulau Nasi dihuni oleh pendatang dari daratan Aceh yang berdiam di Pulau Sumatera maupun dari pulau kecil di sekitarnya. Pulau Nasi ini hanya terdiri dari lima desa yaitu Lamteng, Deudap, Rabo, Pasi Janeng ,dan Desa Alue Reuyeueng.

Pulau Nasi atau lebih dikenal Peunasu merupakan salah satu pulau berpenghuni di Kecamatan Pulo Aceh yang terletak di sebelah utara dari Kota Banda Aceh. Bahkan Pulau Nasi berada lebih barat dari Pulau Weh yang lebih dikenal dengan Sabang, tempat berdiri dengan kokoh Tugu Nol Kilometer Indonesia. Jadi andaikan anda berpergian ke Pulau Nasi, maka anda telah berada di daerah minus sekian dari 0 km Indonesia.

Paras menawan Pulau Nasi membuat pengunjung langsung jatuh hati begitu menjejakkan kaki. Lambaian ombak pantai tiada habisnya menarik biru air laut seakan memanggil-manggil kamu yang memandang dengan decak kagum.

Debur ombak yang menjadi nyanyian Pulau Nasi silih berganti membelai hamparan pasir putih yang dipenuhi jejak-jejak kaki. Tidak adanya pengunjung lain membuat kamu merasakan sensasi bak pantai milik pribadi.

Untuk menuju kemari ada dua jenis jasa transportasi laut yang bisa digunakan yaitu boat nelayan dan kapal feri. Rute pelayaran melalui dermaga Ulee Lheu By di Banda Aceh langsung merapat ke Dermaga Deudap di Pulau Nasi.

Setiap pukul 14.00 WIB saban harinya boat nelayan mengangkut kebutuhan sembako untuk warga lima desa di Pulau Nasi. Pemilik boat memasang tarif Rp 50 ribu per orang untuk sekali berlayar. Jika membawa serta kendaraan roda dua, maka anda harus menambah Rp 50 ribu lagi.

Lamanya perjalanan tergantung pada kondisi cuaca saat itu. Demi keamanan tidak disarankan berkunjung ke Pulau Nasi pada saat musim penghujan. Gelombang tinggi akan menyulitkan perjalanan sekaligus bisa membahayakan keselamatan. Disarankan untuk naik kapal feri sebagai sarana transportasi utama.

Leave a Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *